Halo Sahabat TutorIndonesia!
Dalam perjalanan hidup, ada fase ketika dada terasa sesak, pikiran buntu, dan masalah datang bertubi-tubi—entah urusan keluarga, pekerjaan, kesehatan, ataupun beban batin yang sulit diceritakan. Di momen seperti ini, Islam mengajarkan satu pegangan yang tidak pernah basi: kembali kepada Allah SWT melalui doa, zikir, dan taubat. Salah satu amalan yang paling dikenal sebagai “doa saat kesempitan” adalah Doa Nabi Yunus AS, yang dibaca ketika beliau berada dalam keadaan paling sulit—di kegelapan lautan dan perut ikan besar.
Doa Nabi Yunus bukan sekadar rangkaian kalimat indah. Ia adalah pengakuan yang jujur dari seorang hamba: mengakui keesaan Allah, mensucikan-Nya, sekaligus mengakui kekhilafan diri. Karena itulah, doa ini sangat kuat: sederhana, tetapi menghunjam tepat ke akar masalah—yaitu hubungan kita dengan Allah SWT.
Kisah Nabi Yunus AS: Dari Ujian, Kesadaran, Hingga Pertolongan
Nabi Yunus AS diutus untuk berdakwah kepada kaum Ninawa (wilayah yang kini dikenal berada sekitar Mosul, Irak). Masyarakat saat itu masih menyembah berhala dan menolak seruan tauhid. Nabi Yunus mengajak mereka kembali kepada Allah, namun respons yang beliau terima bukan penerimaan, melainkan penolakan dan ejekan.
Dalam keadaan kecewa dan marah, Nabi Yunus meninggalkan kaumnya. Beliau naik kapal yang kemudian mengalami situasi genting karena muatan berlebih. Dilakukan undian untuk menentukan siapa yang harus dilempar ke laut agar kapal selamat—dan Nabi Yunus termasuk yang terpilih. Setelah beliau tercebur ke lautan, Allah SWT mentakdirkan Nabi Yunus ditelan oleh ikan besar.
Bayangkan keadaan itu: gelapnya malam, gelapnya dasar laut, dan gelapnya perut ikan—tiga lapis kegelapan yang menutup harapan manusia. Namun di titik itu pula, Nabi Yunus melakukan hal paling benar: berzikir, memohon ampun, dan berserah diri. Dari kesungguhan itulah, Allah SWT mengabulkan taubat beliau dan menyelamatkannya.
Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an, termasuk dalam QS. As-Saffat ayat 139–148 (tentang peristiwa Nabi Yunus dan keselamatan yang Allah berikan) serta QS. Al-Anbiya ayat 87 (tentang doa yang beliau panjatkan dalam kegelapan).
baca juga: bimbel sbmptn
Bacaan Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, dan Artinya
Berikut lafaz yang sangat masyhur sebagai Doa Nabi Yunus AS:
Arab:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin:
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
Arti:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Doa ini juga merupakan bagian dari QS. Al-Anbiya’ [21]: 87, yang mengisahkan Nabi Yunus berdoa dalam kegelapan berlapis-lapis.
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
“Wa dzan-nuuni idz dzahaba mughadhiban fazhanna an lan naqdiro ‘alaihi fanada fidz-dzulumati an la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin.”
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya'[21]:87)
Kalimatnya singkat, namun kandungannya sangat dalam:
-
Tauhid: “Tidak ada Tuhan selain Engkau.”
-
Tasbih: “Maha Suci Engkau.”
-
Pengakuan diri: “Aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Inilah pola doa yang kuat: memulai dengan pengagungan kepada Allah, lalu jujur mengoreksi diri, dan akhirnya berharap pertolongan-Nya.
baca juga: les privat terbaik
Mengapa Doa Nabi Yunus Disebut Mustajab?
Doa Nabi Yunus sering disebut sebagai amalan mustajab karena ia lahir dari kondisi “tidak punya sandaran” selain Allah. Saat seorang hamba benar-benar sadar bahwa dirinya lemah, maka hatinya lebih mudah khusyuk, lebih jujur, dan lebih tunduk. Itulah yang membuat doa terasa “hidup”.
Dalam riwayat, doa ini dikenal sebagai doa saat kesedihan dan kesusahan. Ada pula hadits yang menyebutkan bahwa doa Nabi Yunus adalah doa yang jika dibaca seorang muslim ketika menghadapi kesulitan, Allah akan mengabulkan permohonannya (dengan kehendak dan hikmah Allah SWT).
Namun penting untuk dipahami: mustajab bukan berarti “instan sesuai maunya kita.” Mustajab berarti Allah menjawab doa dengan cara terbaik—bisa dengan diberi jalan keluar, dikuatkan hatinya, dijauhkan dari keburukan, atau diganti dengan kebaikan yang lebih tepat waktunya.
Keutamaan Doa Nabi Yunus AS untuk Kehidupan Sehari-hari
Berikut beberapa makna keutamaan yang sering dipahami dari amalan doa Nabi Yunus:
1) Menjadi pintu taubat dan ampunan
Doa ini mengandung pengakuan salah. Saat seorang hamba jujur pada Allah, ia sedang membuka pintu taubat. Taubat yang tulus tidak sekadar menyesal, tetapi juga kembali kepada Allah dan berusaha memperbaiki diri.
2) Menguatkan saat kesulitan dan membuat hati lebih tenang
Dalam kondisi tertekan, manusia sering kehilangan arah. Zikir Nabi Yunus membantu menenangkan hati karena fokusnya bukan pada masalah, tetapi pada Allah—Dzat yang menguasai segala jalan keluar.
3) Memohon pertolongan dan kemudahan
Kisah Nabi Yunus adalah bukti bahwa pertolongan Allah bisa datang dari arah yang tidak disangka. Situasi yang “mustahil” bagi manusia, sangat mungkin bagi Allah SWT.
4) Menjadi sebab diberi petunjuk ketika bingung
Saat bimbang mengambil keputusan, doa ini melatih kita untuk merendahkan ego, mengakui keterbatasan, dan memohon petunjuk Allah.
5) Perlindungan dari keburukan dan musibah
Membiasakan zikir dan doa adalah bentuk ikhtiar ruhani. Kita memohon agar Allah menjaga langkah, menutup pintu keburukan, dan mengganti rasa takut dengan rasa aman yang datang dari iman.
baca juga: intensif utbk
Kapan Waktu yang Baik Membaca Doa Nabi Yunus?
Pada dasarnya, doa ini bisa dibaca kapan saja, karena setiap waktu adalah kesempatan untuk berdzikir. Namun, ada beberapa momen yang sering dianjurkan untuk memperbanyak doa:
-
Di antara adzan dan iqamah
-
Saat sujud dan menjelang salam (tahiyat akhir)
-
Setelah shalat wajib (sebagai bagian dari dzikir dan doa)
-
Waktu-waktu mustajab di bulan Ramadhan, seperti menjelang berbuka dan waktu sahur
-
Ketika sedang diuji berat—saat hati terasa sempit, takut, sedih, atau tidak berdaya
Yang paling penting bukan hanya “kapan”, tetapi “bagaimana”: dibaca dengan hati yang hadir, penuh pengharapan, dan disertai ikhtiar memperbaiki diri.
Adab Mengamalkan Doa Nabi Yunus agar Lebih Bermakna
Agar amalan ini tidak sekadar rutinitas lisan, beberapa adab sederhana bisa diterapkan:
-
Awali dengan niat dan ketulusan, bukan sekadar “biar cepat beres.”
-
Pahami artinya saat membaca. Minimal, sadari bahwa ini pengakuan dan taubat.
-
Perbanyak istighfar sebagai pengiring, karena doa Nabi Yunus erat dengan taubat.
-
Jaga shalat dan hal-hal wajib. Doa yang kuat lahir dari fondasi ibadah yang dijaga.
-
Iringi dengan ikhtiar nyata. Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa usaha.
Yuk, Belajar Mengaji Lebih Terarah Lewat Les Privat Mengaji
Membaca Doa Nabi Yunus adalah amalan yang luar biasa, tetapi banyak dari kita masih merasa ragu saat melafalkan doa-doa dalam bahasa Arab: takut salah makhraj, bingung panjang-pendek, atau tidak yakin tajwidnya. Padahal, doa dan zikir akan terasa jauh lebih khusyuk ketika kita bisa membacanya dengan benar, pelan, dan paham maknanya.
Karena itu, kalau kamu ingin lebih percaya diri dalam mengamalkan doa-doa Islam—termasuk Doa Nabi Yunus, dzikir harian, serta bacaan Al-Qur’an—les privat khusus mengaji bisa jadi langkah yang sangat membantu. Dengan pendampingan privat, kamu bisa belajar sesuai level: mulai dari yang benar-benar dasar (iqra’, makhraj, tajwid), sampai tahsin dan kelancaran membaca Al-Qur’an.
Keunggulan les privat mengaji juga terasa dari sisi kenyamanan:
-
Jadwal bisa disesuaikan dengan aktivitas harian.
-
Materi lebih fokus ke kebutuhanmu (tahsin, tajwid, hafalan, doa-doa pilihan).
-
Ada bimbingan langsung dan koreksi real-time, jadi progres lebih cepat.
-
Cocok untuk anak, remaja, maupun dewasa yang ingin mulai lagi dengan tenang.
Kalau kamu ingin belajar mengaji dengan lebih terarah dan konsisten, kamu bisa langsung menghubungi TutorIndonesia melalui Telepon (021) 77844897 atau Chat langsung via WhatsApp 087896080154, dan kunjungi website www.tutorindonesia.co.id untuk info program dan layanan lengkap. Semoga Allah mudahkan langkahmu untuk makin dekat dengan Al-Qur’an dan memperkuat amalan doa-doa harian.
referensi:
- www.zalora.co.id
- www.detik.com
- kalam.sindonews.com




