- Sejarah yakni segala sesuatu yang memberikan informasi tentang peristiwa atau kehidupan manusia di masa lalu, baik berupa dokumen tertulis, keterangan lisan, benda peninggalan, foto, hingga rekaman audio/audiovisual.
- Sumber sejarah tidak sekadar dikumpulkan, tetapi wajib diperiksa asal-usul, konteks, keaslian, dan kredibilitas informasinya karena setiap sumber memiliki tingkat kedekatan dan keandalan yang berbeda.
- Sumber sejarah secara umum dikelompokkan/diklasifikasikan berdasarkan tingkat kedekatan atau hubungan sumber tersebut dengan peristiwa sejarah yang terjadi.
- Artikel ini disusun untuk mengupas pengertian, pembagian jenis-jenis sumber sejarah, contoh konkretnya, serta fungsi/peranannya dalam rekonstruksi sejarah.
Halo Sahabat TutorIndonesia!
Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai peristiwa atau kehidupan manusia pada masa lalu. Sumber tersebut dapat berupa dokumen tertulis, keterangan lisan, benda peninggalan, foto, rekaman suara, hingga rekaman audiovisual.
Dalam penelitian sejarah, sumber tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga perlu diperiksa asal-usul, konteks, keaslian, dan kredibilitas informasinya. Hal ini penting karena tidak semua sumber memberikan informasi dengan tingkat kedekatan dan keandalan yang sama.
Secara umum, sumber sejarah dapat diklasifikasikan berdasarkan kedekatannya dengan peristiwa menjadi sumber primer, sekunder, dan tersier. Sementara berdasarkan bentuknya, sumber dapat berupa tertulis, lisan, benda, visual, audio, dan audiovisual.
Lalu, apa perbedaan masing-masing sumber tersebut? Simak pembahasannya berikut ini
Apa yang Dimaksud dengan Sumber Sejarah?
Sumber sejarah merupakan bahan yang digunakan untuk memperoleh informasi dan bukti mengenai peristiwa masa lalu. Melalui sumber sejarah, sejarawan dapat meneliti, menafsirkan, dan merekonstruksi suatu peristiwa berdasarkan bukti yang tersedia.
Secara sederhana, sumber sejarah adalah segala jejak atau bahan yang memuat informasi mengenai kehidupan dan peristiwa pada masa lalu
Sumber tersebut dapat berasal langsung dari masa ketika peristiwa berlangsung ataupun dibuat kemudian berdasarkan penelitian terhadap sumber-sumber sebelumnya.
Contohnya, teks Proklamasi Kemerdekaan merupakan sumber yang berkaitan langsung dengan peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945. Untuk memahami konteks peristiwanya, siswa juga dapat membaca pembahasan tentang tokoh perumusan teks Proklamasi. Sementara itu, buku sejarah yang ditulis puluhan tahun setelah Proklamasi umumnya merupakan hasil pengolahan dan interpretasi terhadap berbagai sumber sejarah.
Karena itu, ketika menggunakan sumber sejarah, kita perlu memperhatikan siapa yang membuat sumber, kapan dibuat, untuk tujuan apa, serta hubungannya dengan peristiwa yang sedang diteliti.
Mengapa Sumber Sejarah Penting?
Sumber sejarah penting karena pengetahuan mengenai masa lalu membutuhkan bukti yang dapat diteliti.
Tanpa sumber, sebuah cerita mengenai masa lalu akan sulit diperiksa kebenaran dan konteksnya.
Melalui sumber sejarah, peneliti dapat:
- mengetahui bahwa suatu peristiwa pernah terjadi;
- memperoleh informasi mengenai pelaku, tempat, dan waktu;
- membandingkan berbagai keterangan;
- memahami latar belakang suatu peristiwa;
- menguji interpretasi mengenai masa lalu; dan
- menyusun rekonstruksi sejarah berdasarkan bukti.
Namun, keberadaan sebuah sumber tidak otomatis membuat seluruh informasi di dalamnya benar. Sumber tetap perlu dikritisi dan dibandingkan dengan bukti lain.
Baca juga: Indonesia dari Masa Kemerdekaan hingga Reformasi
Apa Fungsi Sumber Sejarah?
Fungsi sumber sejarah adalah memberikan bukti dan informasi untuk membantu memahami, merekonstruksi, memverifikasi, serta meneliti peristiwa masa lalu.
Beberapa fungsi utamanya meliputi:
1. Sebagai Bukti Peristiwa
Sumber sejarah dapat memberikan bukti bahwa suatu aktivitas, tokoh, kondisi, atau peristiwa pernah ada pada masa tertentu.Contohnya adalah prasasti, arsip pemerintahan, surat, foto, rekaman, bangunan, atau benda peninggalan.
Bukti tersebut membantu peneliti memperoleh informasi yang lebih konkret mengenai masa lalu. Contoh penerapannya dapat dilihat ketika mempelajari Kerajaan Majapahit, sejarah, dan peninggalannya, karena prasasti, candi, naskah, dan artefak dapat menjadi bukti untuk memahami periode tersebut.
2. Membantu Rekonstruksi Sejarah
Sejarawan tidak dapat kembali secara langsung ke masa lalu. Karena itu, peristiwa sejarah direkonstruksi melalui jejak-jejak yang masih tersedia.
Misalnya, untuk mempelajari suatu pertempuran, peneliti dapat menggunakan:
- laporan militer;
- surat kabar;
- foto;
- kesaksian pelaku;
- surat pribadi; dan
- arsip pemerintah.
Informasi dari berbagai sumber kemudian dibandingkan dan dianalisis untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.
Baca juga: Sejarah Perang Dunia Pertama
3. Memverifikasi Informasi
Sumber sejarah juga digunakan untuk memeriksa apakah suatu informasi didukung oleh bukti.
Misalnya, jika terdapat dua keterangan berbeda mengenai suatu peristiwa, peneliti dapat membandingkan arsip, laporan, surat kabar, kesaksian, dan sumber lainnya.
Proses tersebut membantu peneliti mengetahui persamaan, perbedaan, konteks, maupun kemungkinan bias dari masing-masing sumber.
4. Menjadi Dasar Penelitian
Sumber sejarah merupakan bahan utama dalam penelitian sejarah. Peneliti menggunakan sumber untuk mengembangkan pertanyaan penelitian, menguji dugaan, menganalisis peristiwa, serta menyusun argumentasi berdasarkan bukti.
Semakin relevan dan beragam sumber yang digunakan, semakin besar kesempatan peneliti memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai suatu peristiwa.
Apa Saja Jenis Sumber Sejarah Berdasarkan Sifatnya?
Jika diklasifikasikan berdasarkan kedekatan sumber dengan peristiwa atau informasi yang dikaji, sumber sejarah dapat dibedakan menjadi primer, sekunder, dan tersier.
| Jenis Sumber | Karakteristik | Contoh |
|---|---|---|
| Primer | Berasal langsung dari periode, pelaku, saksi, atau konteks peristiwa yang diteliti | Arsip asli, surat, prasasti, foto sezaman, kesaksian pelaku |
| Sekunder | Dibuat setelahnya dengan menganalisis atau menafsirkan sumber primer dan sumber lainnya | Buku sejarah, artikel penelitian, biografi ilmiah |
| Tersier | Menghimpun atau merangkum informasi dari sumber primer dan sekunder | Ensiklopedia, kamus sejarah, buku referensi ringkas |
Klasifikasi tersebut perlu dilihat berdasarkan konteks penelitian. Sebuah sumber yang menjadi sekunder untuk satu pertanyaan penelitian dapat memiliki fungsi berbeda ketika pertanyaan penelitiannya berubah.
Apa Itu Sumber Sejarah Primer?
Sumber sejarah primer adalah sumber yang berasal langsung dari periode, pelaku, saksi, atau konteks peristiwa yang sedang diteliti.
Sumber primer memberikan akses yang dekat terhadap bukti dari masa yang dikaji, tetapi tetap perlu dianalisis secara kritis.
Contoh Sumber Sejarah Primer
Beberapa contoh sumber primer adalah:
- naskah dan arsip asli;
- surat pribadi;
- buku harian;
- prasasti;
- dokumen pemerintahan;
- foto yang dibuat pada masa peristiwa;
- rekaman suara;
- rekaman video;
- artefak;
- bangunan bersejarah; dan
- kesaksian orang yang mengalami suatu peristiwa.
Sebagai contoh, teks Proklamasi dapat menjadi sumber primer ketika meneliti Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kelebihan dan Keterbatasan Sumber Primer
Sumber primer memiliki kelebihan karena memberikan informasi yang dekat dengan masa atau peristiwa yang diteliti.
Namun, primer bukan berarti selalu lebih benar.
Seorang saksi mata, misalnya, dapat hanya melihat sebagian peristiwa. Surat pribadi dapat dipengaruhi pandangan penulis. Dokumen resmi juga dibuat untuk tujuan tertentu.
Karena itu, sumber primer mempunyai beberapa keterbatasan seperti:
- dapat mengandung bias pembuatnya;
- informasi mungkin tidak lengkap;
- kondisi fisik sumber dapat rusak;
- bahasa atau konteksnya sulit dipahami; dan
- satu sumber hanya dapat menunjukkan sebagian dari suatu peristiwa.
Sejarawan biasanya membandingkan beberapa sumber untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap.
Apa Itu Sumber Sejarah Sekunder?
Sumber sejarah sekunder adalah sumber yang membahas, menganalisis, atau menafsirkan peristiwa berdasarkan sumber primer dan penelitian sebelumnya.
Contoh Sumber Sejarah Sekunder
Contohnya antara lain:
- buku sejarah akademik;
- artikel jurnal sejarah;
- tesis atau disertasi;
- biografi yang ditulis berdasarkan penelitian;
- artikel analisis sejarah; dan
- dokumenter sejarah yang menganalisis sumber-sumber terdahulu.
Sumber sekunder juga tetap harus dinilai kualitasnya. Perhatikan siapa penulisnya, sumber yang digunakan, penerbit, metode penelitian, dan apakah argumentasinya didukung bukti. Hal ini penting ketika membaca topik luas seperti sejarah kolonialisme dan imperialisme yang biasanya disusun dari banyak sumber primer dan kajian sebelumnya.
Apa Itu Sumber Sejarah Tersier?
Sumber sejarah tersier adalah sumber yang menghimpun, menyusun, atau merangkum informasi dari berbagai sumber primer dan sekunder untuk memberikan gambaran umum mengenai suatu topik.
Contoh Sumber Sejarah Tersier
Contohnya meliputi:
- ensiklopedia;
- kamus sejarah;
- indeks;
- bibliografi;
- kronologi sejarah;
- buku referensi ringkas; dan
- direktori.
Sumber tersier dapat menjadi titik awal yang berguna. Namun, untuk penelitian yang lebih mendalam, informasi sebaiknya ditelusuri kembali ke sumber primer dan sekunder yang relevan.
Apa Saja Bentuk Sumber Sejarah?
Berdasarkan bentuk atau medianya, sumber sejarah dapat berupa sumber tertulis, lisan, benda, visual, audio, dan audiovisual.
1. Sumber Tertulis
Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang informasinya disampaikan melalui tulisan.
Contohnya:
- prasasti;
- surat;
- arsip;
- naskah;
- buku harian;
- surat kabar;
- notulen rapat; dan
- dokumen pemerintahan.
Sumber tertulis merupakan salah satu jenis sumber yang banyak digunakan karena dapat menyimpan informasi mengenai nama, tanggal, kebijakan, maupun pemikiran.
2. Sumber Lisan
Sumber lisan diperoleh melalui keterangan yang disampaikan secara lisan. Contohnya adalah:
- wawancara pelaku sejarah;
- wawancara saksi;
- cerita lisan; dan
- tradisi lisan yang diwariskan antargenerasi.
Dalam sejarah lisan, peneliti perlu memperhatikan kemampuan ingatan narasumber, sudut pandang, waktu wawancara, serta konteks ketika kesaksian diberikan.
3. Sumber Benda
Sumber benda atau artefak merupakan peninggalan material yang dapat memberikan informasi mengenai kehidupan masa lalu.
Contohnya:
- senjata;
- peralatan rumah tangga;
- mata uang;
- pakaian;
- keramik;
- arca;
- candi; dan
- bangunan bersejarah.
Dari suatu benda, peneliti dapat mempelajari teknologi, ekonomi, budaya, kepercayaan, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa tertentu.
Baca juga: Kerajaan Majapahit: Letak, Sejarah, dan Peninggalannya
4. Sumber Visual
Sumber visual menyampaikan informasi melalui gambar.
Contohnya:
- foto;
- lukisan;
- poster;
- peta;
- sketsa;
- ilustrasi; dan
- gambar dokumentasi.
Foto sejarah, misalnya, dapat memberikan informasi mengenai pakaian, bangunan, tokoh, kondisi suatu tempat, atau suasana pada masa tertentu.
Namun, sumber visual juga harus dianalisis konteks pembuatannya dan tidak hanya dilihat sebagai gambar.
5. Sumber Audio
Sumber audio merupakan sumber yang menyimpan informasi dalam bentuk suara.
Contohnya:
- rekaman pidato;
- rekaman wawancara;
- rekaman radio;
- rekaman musik; dan
- dokumentasi suara lainnya.
Rekaman suara dapat memberikan informasi yang tidak selalu dapat diperoleh dari teks, seperti intonasi, gaya berbicara, atau suasana komunikasi.
6. Sumber Audiovisual
Sumber audiovisual memadukan gambar bergerak dan suara.
Contohnya:
- rekaman film;
- dokumentasi video;
- rekaman berita televisi;
- film dokumenter; dan
- video wawancara.
Sama seperti sumber lainnya, rekaman audiovisual harus diperiksa mengenai siapa yang membuatnya, kapan direkam, apakah telah diedit, serta konteks pembuatannya.
Baca juga: Kumpulan Soal PTS Sejarah Kelas 10 Semester 1
Apa Saja Contoh Sumber Sejarah di Indonesia?
Indonesia memiliki banyak sumber sejarah dari berbagai periode, mulai dari masa kerajaan, kolonial, pergerakan nasional, kemerdekaan, hingga Indonesia modern.
Beberapa contohnya adalah:
| Sumber Sejarah | Bentuk | Informasi yang Dapat Dipelajari |
|---|---|---|
| Prasasti Yupa | Tertulis/benda | Kerajaan Kutai |
| Prasasti Ciaruteun | Tertulis/benda | Kerajaan Tarumanagara |
| Candi Borobudur | Benda | Agama, seni, arsitektur, dan kehidupan masa Mataram Kuno |
| Naskah kuno | Tertulis | Bahasa, sastra, pemerintahan, atau kebudayaan |
| Arsip kolonial | Tertulis | Administrasi dan kehidupan pada masa kolonial |
| Foto perjuangan kemerdekaan | Visual | Tokoh, suasana, dan peristiwa perjuangan |
| Teks Proklamasi | Tertulis | Proklamasi Kemerdekaan Indonesia |
| Rekaman suara Soekarno | Audio | Pidato dan komunikasi politik pada masanya |
| Wawancara veteran | Lisan | Pengalaman dan ingatan mengenai peristiwa yang dialami |
| Film dokumentasi sejarah | Audiovisual | Gambaran bergerak mengenai peristiwa atau kondisi masa tertentu |
Perlu diperhatikan bahwa kategori bentuk dan kategori primer/sekunder/tersier tidak sama. Misalnya, foto perjuangan kemerdekaan termasuk sumber visual berdasarkan bentuknya, sedangkan kedudukannya sebagai sumber primer ditentukan oleh waktu pembuatan dan konteks penelitian. Pemahaman ini juga membantu saat mempelajari Indonesia dari masa kemerdekaan hingga reformasi.
Sebuah foto, misalnya, merupakan sumber visual berdasarkan bentuknya. Namun, apakah foto tersebut termasuk sumber primer atau bukan bergantung pada kapan dibuat dan pertanyaan penelitian yang sedang diajukan.
Ingin Lebih Paham Pelajaran Sejarah? Belajar Bersama Tutor Privat TutorIndonesia
Cara termudah membedakan sumber primer dan sekunder adalah dengan tidak hanya melihat bendanya, tetapi menanyakan hubungan sumber tersebut dengan topik yang sedang diteliti.
Ingat pola berikut:
Sumber primer → memberikan bukti yang dekat dengan objek/peristiwa penelitian.
Sumber sekunder → menganalisis atau menafsirkan sumber dan peristiwa tersebut.
Sumber tersier → menghimpun atau merangkum informasi untuk membantu pencarian awal.
Sebagai latihan, jangan hanya menghafalkan bahwa “foto adalah sumber primer” atau “buku adalah sumber sekunder”.
Sebuah buku harian yang ditulis pada masa tertentu dapat menjadi sumber primer. Sebaliknya, foto reproduksi yang digunakan dalam buku sejarah tetap harus ditelusuri ke foto asli dan konteks pembuatannya.
Memahami konteks penggunaan sumber akan membuat kamu lebih mudah menjawab soal yang bentuknya berbeda dari contoh di buku. Untuk menambah pengetahuanmu, kamu bisa memanggil guru les privat dari TutorIndonesia yang melayani berbagai macam mata pelajaran, termasuk Sejarah.
Melalui les privat TutorIndonesia, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan, jenjang, materi sekolah, serta target belajar siswa.
Ingin berkonsultasi mengenai kebutuhan belajar Ananda?
Hubungi TutorIndonesia melalui Telepon (021) 77844897 atau Chat WhatsApp 087781609961. Kunjungi juga website resmi kami di www.tutorindonesia.co.id untuk mengetahui informasi program, pilihan paket, serta layanan les privat yang tersedia.
Frequently Asked Question (FAQ)
Berdasarkan kedekatannya dengan objek atau peristiwa yang diteliti, sumber sejarah dapat dikelompokkan menjadi sumber primer, sekunder, dan tersier. Ketiganya memiliki fungsi berbeda dalam memperoleh dan memahami informasi sejarah.
Contoh sumber sekunder antara lain buku sejarah akademik, artikel jurnal, biografi hasil penelitian, tesis, dan karya lain yang menganalisis atau menafsirkan sumber sejarah.
Ensiklopedia, kamus sejarah, indeks, bibliografi, dan buku referensi ringkas dapat menjadi contoh sumber tersier karena umumnya menghimpun atau merangkum informasi dari berbagai sumber.
Sumber primer memberikan bukti yang dekat atau langsung dengan objek penelitian, sedangkan sumber sekunder menganalisis dan menafsirkan sumber serta peristiwa tersebut.
Berdasarkan bentuknya, sumber sejarah dapat berupa tertulis, lisan, benda, visual, audio, dan audiovisual. Satu sumber juga dapat memiliki lebih dari satu karakteristik media, sehingga klasifikasinya perlu disesuaikan dengan konteks penggunaannya.




