Halo Sahabat TutorIndonesia
Pernah nggak kamu menulis pendapat tentang suatu isu—entah itu di tugas sekolah, lomba pidato, atau sekadar komentar yang ingin terdengar meyakinkan? Saat menyampaikan opini, kita biasanya butuh alasan yang kuat agar pembaca tidak hanya paham, tetapi juga mau mempertimbangkan dan bahkan setuju dengan sudut pandang kita. Di sinilah teks argumentasi punya peran penting.
Secara umum, teks argumentasi adalah jenis tulisan yang menyampaikan pendapat penulis disertai alasan dan pembuktian yang logis. Pendapat saja tidak cukup. Dalam teks argumentasi, penulis harus membangun keyakinan pembaca melalui bukti: data, fakta, contoh konkret, hasil riset, pendapat ahli, hingga kesaksian. Karena itulah, menulis argumentasi sebenarnya bukan cuma soal “berpendapat,” tetapi juga latihan berpikir kritis dan bertanggung jawab.
Dalam praktiknya, teks argumentasi sering digunakan sebagai dasar debat, artikel opini, editorial, hingga naskah pidato. Tujuannya jelas: mempengaruhi cara pandang pembaca terhadap topik tertentu melalui penalaran yang runtut. Bukan menyerang, bukan sekadar emosional, melainkan mengajak pembaca untuk memihak dengan cara yang masuk akal.
Daftar Isi
- 1 Apa Itu Teks Argumentasi?
- 2 Tujuan Teks Argumentasi
- 3 Perbedaan Teks Argumentasi dengan Jenis Teks Lain
- 4 Ciri-Ciri Teks Argumentasi
- 5 Struktur Teks Argumentasi
- 6 Jenis-Jenis Teks Argumentasi
- 7 Langkah Menyusun Teks Argumentasi yang Baik
- 8 Peran Tenaga Endogen dalam Pembentukan Gunung dan Lempeng Tektonik
- 9 Teori Biogenesis: Pengertian, Sejarah, dan Ciri-cirinya
- 10 Norma dalam Adat istiadat daerah, Soal dan Pembahasannya | IPS Kelas 4 SD
- 11 Rumus Pembagian Pecahan
- 12 Interaksi Sosial: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kehidupan
- 13 Persamaan Linear Dua Variabel | Matematika Kelas 8 SMP
Apa Itu Teks Argumentasi?
Teks argumentasi merupakan teks yang berisi opini atau gagasan penulis yang disusun agar pembaca percaya pada gagasan tersebut. Agar pendapat terlihat kuat, penulis perlu menyertakan pembuktian yang relevan dan kredibel. Itulah sebabnya, teks argumentasi biasanya ditulis dengan proses yang cukup serius: membaca referensi, mengumpulkan informasi, melakukan pengamatan, bahkan wawancara jika diperlukan.
Dalam penulisan argumentasi, opini penulis sering disebut sebagai klaim, sedangkan fakta dan data pendukung disebut bukti. Keduanya harus saling melengkapi. Klaim tanpa bukti akan dianggap lemah, sementara bukti tanpa klaim akan terasa “mengambang” dan tidak punya arah.
Contoh sederhana: jika kamu menulis tentang pencemaran lingkungan, kamu bisa memulai dengan pernyataan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan masih sering terjadi. Lalu kamu kuatkan dengan penjelasan dampaknya (saluran air tersumbat, banjir, penyakit, pencemaran), ditambah data atau contoh kasus yang bisa dipercaya. Dengan cara ini, pembaca tidak hanya menerima opini, tetapi juga melihat alasannya.
baca juga: bimbel sbmptn
Tujuan Teks Argumentasi
Teks argumentasi tidak dibuat sekadar untuk “menang” dalam perdebatan. Ada beberapa tujuan utama yang membuat jenis teks ini penting dipelajari.
Pertama, mengungkap pandangan penulis. Setiap orang punya cara berpikir dan sudut pandang berbeda. Teks argumentasi menjadi wadah untuk menyampaikan pendapat tersebut secara rapi dan terstruktur.
Kedua, memengaruhi pemikiran atau tingkah laku pembaca. Ketika opini disusun logis dan didukung data, pembaca bisa menarik kesimpulan, mengubah cara pandang, atau bahkan terdorong melakukan sesuatu. Misalnya, setelah membaca argumentasi tentang pentingnya memilah sampah, pembaca jadi lebih peduli pada kebiasaan harian.
Ketiga, menarik simpati dan perhatian pembaca. Argumentasi yang kuat biasanya lahir dari pengamatan dan pembuktian. Saat tulisan terasa “berisi” dan tidak asal berpendapat, pembaca cenderung lebih percaya dan tertarik.
Keempat, membuktikan kebenaran secara logis. Banyak isu di masyarakat simpang siur. Teks argumentasi membantu mengurai kebenaran dengan cara yang masuk akal, sehingga pembaca tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas.
Perbedaan Teks Argumentasi dengan Jenis Teks Lain
Supaya tidak tertukar, penting juga memahami posisi teks argumentasi dibandingkan teks lain.
-
Teks deskripsi bertujuan menggambarkan objek/peristiwa agar pembaca bisa membayangkan dengan detail.
-
Teks narasi fokus pada rangkaian peristiwa dalam bentuk cerita, fiksi atau nonfiksi.
-
Teks eksposisi menjelaskan informasi secara objektif tanpa memihak.
Sementara itu, teks argumentasi bersifat berpihak. Ia tidak hanya menjelaskan, tetapi juga ingin meyakinkan. Jika deskripsi mengajak pembaca “melihat,” narasi mengajak “merasakan,” eksposisi mengajak “memahami,” maka argumentasi mengajak pembaca untuk meyakini.
baca juga: les privat terbaik
Ciri-Ciri Teks Argumentasi
Ada beberapa ciri khas yang membuat teks argumentasi mudah dikenali.
-
Berisi opini yang didukung fakta
Inti teks argumentasi adalah klaim (pendapat), tetapi pendapat tersebut wajib disertai bukti agar tidak dianggap asumsi belaka. -
Menggunakan bahasa denotatif dan tegas
Bahasa yang dipakai cenderung lugas, apa adanya, tidak bertele-tele. Tujuannya agar pembaca menangkap maksud penulis dengan jelas. -
Disusun berdasarkan analisis rasional
Teks argumentasi dibangun dari penalaran dan logika. Argumen harus runut dan saling terhubung, bukan loncat-loncat. -
Bersifat objektif dan menghindari emosi berlebihan
Meski membahas isu sensitif, penulis tetap perlu menjaga nada tulisan. Menyerang pihak tertentu tanpa data hanya akan melemahkan argumentasi. -
Mampu menunjukkan kebenaran melalui bukti
Semakin kuat bukti yang dipakai (data valid, pendapat ahli, penelitian), semakin besar peluang pembaca percaya.
Struktur Teks Argumentasi
Agar argumentasi terasa kokoh, teks ini umumnya mengikuti struktur tertentu. Ada versi yang menyebut tiga bagian besar: pendahuluan—argumen—kesimpulan. Ada juga yang menjelaskan lebih rinci: tesis—argumen—penegasan ulang. Secara makna, keduanya sama.
1) Pendahuluan atau Tesis
Bagian ini berisi pengantar isu sekaligus posisi penulis. Kalimatnya harus tegas dan mengarahkan pembaca pada gagasan utama yang akan dibuktikan.
Contoh: “Penggunaan gawai di sekolah sebaiknya dibatasi untuk menjaga fokus belajar siswa.”
2) Badan Argumen (Alasan dan Bukti)
Ini inti tulisan. Penulis menyajikan alasan yang mendukung tesis, lengkap dengan data, fakta, contoh, atau pendapat ahli. Argumen disusun sistematis agar mudah diikuti pembaca.
3) Kesimpulan atau Penegasan Ulang
Bagian penutup merangkum poin-poin utama dan menegaskan kembali pendapat penulis. Penutup yang baik memberi kesan kuat dan meyakinkan.
baca juga: intensif utbk
Jenis-Jenis Teks Argumentasi
Teks argumentasi bisa disusun dengan beberapa pola pengembangan. Berikut jenis-jenis yang sering dipakai:
-
Sebab-Akibat
Menjelaskan sebab yang memunculkan suatu masalah, lalu memaparkan akibatnya. Biasanya menggunakan kata hubung seperti “karena itu,” “oleh sebab itu,” dan “demikian.” -
Akibat-Sebab
Kebalikan sebab-akibat. Penulis memulai dari akibat terlebih dahulu, lalu menjelaskan penyebabnya. -
Persamaan
Penulis menampilkan kesamaan prinsip atau situasi, lalu menarik kesimpulan dari kesamaan itu. Jenis ini perlu data kuat agar tidak dianggap mengada-ada. -
Perbandingan
Argumen dibangun dengan membandingkan dua hal (misalnya kebijakan A vs kebijakan B) menggunakan fakta untuk menunjukkan mana yang lebih efektif. -
Autoritas
Menggunakan pendapat tokoh atau ahli yang kredibel untuk memperkuat argumen. Jenis ini efektif, tetapi tetap perlu diimbangi bukti pendukung agar tidak “sekadar mengutip.” -
Kesaksian
Argumen dikuatkan dengan kesaksian orang yang mengalami atau menyaksikan langsung suatu kejadian. Biasanya dipakai untuk isu sosial atau pengalaman lapangan.
Langkah Menyusun Teks Argumentasi yang Baik
Menulis argumentasi sebenarnya bisa dibuat lebih mudah jika dilakukan bertahap:
-
Pilih topik yang jelas dan spesifik
Jangan terlalu luas. Misalnya, daripada “pendidikan,” pilih “pengaruh les privat terhadap prestasi siswa.” -
Tentukan posisi (setuju/tidak setuju) sejak awal
Posisi ini akan jadi kompas yang mengarahkan argumen. -
Kumpulkan data dan bukti
Bisa dari buku, artikel, penelitian, wawancara, survei, atau contoh kejadian yang relevan. Pilih sumber yang kredibel. -
Tentukan pola pengembangan paragraf
Apakah sebab-akibat, perbandingan, autoritas, atau kombinasi yang sesuai. -
Susun kerangka
Tulis tesis, poin-poin argumen, bukti pendukung, dan penutup. -
Kembangkan menjadi teks utuh dan runtut
Pastikan tiap paragraf saling terhubung dan tidak keluar dari tesis. -
Cek ulang logika dan bahasa
Pastikan argumen masuk akal, bahasa tidak bertele-tele, serta tidak ada klaim tanpa bukti.
Kalau kamu masih sering bingung membedakan tesis dan argumen, atau kesulitan menyusun bukti agar tulisanmu lebih meyakinkan, pendampingan belajar bisa jadi solusi paling praktis. Di TutorIndonesia, kamu bisa belajar menyusun teks argumentasi secara bertahap—mulai dari memahami konsep, membuat kerangka, sampai latihan menulis yang rapi dan enak dibaca. Untuk konsultasi program dan jadwal belajar, kamu bisa hubungi Telepon (021) 77844897 atau chat WhatsApp 087896080154. Kamu juga bisa cek informasi lengkap di www.tutorindonesia.co.id.
Referensi:
- www.cakrawala.ac.id
- www.detik.com
- smp-iiss.sch.id
- www.medcom.id







