Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, dan Cara Menulis yang Tepat

Halo Sahabat TutorIndonesia

Pernah nggak kamu menulis pendapat tentang suatu isu—entah itu di tugas sekolah, lomba pidato, atau sekadar komentar yang ingin terdengar meyakinkan? Saat menyampaikan opini, kita biasanya butuh alasan yang kuat agar pembaca tidak hanya paham, tetapi juga mau mempertimbangkan dan bahkan setuju dengan sudut pandang kita. Di sinilah teks argumentasi punya peran penting.

Secara umum, teks argumentasi adalah jenis tulisan yang menyampaikan pendapat penulis disertai alasan dan pembuktian yang logis. Pendapat saja tidak cukup. Dalam teks argumentasi, penulis harus membangun keyakinan pembaca melalui bukti: data, fakta, contoh konkret, hasil riset, pendapat ahli, hingga kesaksian. Karena itulah, menulis argumentasi sebenarnya bukan cuma soal “berpendapat,” tetapi juga latihan berpikir kritis dan bertanggung jawab.

Dalam praktiknya, teks argumentasi sering digunakan sebagai dasar debat, artikel opini, editorial, hingga naskah pidato. Tujuannya jelas: mempengaruhi cara pandang pembaca terhadap topik tertentu melalui penalaran yang runtut. Bukan menyerang, bukan sekadar emosional, melainkan mengajak pembaca untuk memihak dengan cara yang masuk akal.

Apa Itu Teks Argumentasi?

Teks argumentasi merupakan teks yang berisi opini atau gagasan penulis yang disusun agar pembaca percaya pada gagasan tersebut. Agar pendapat terlihat kuat, penulis perlu menyertakan pembuktian yang relevan dan kredibel. Itulah sebabnya, teks argumentasi biasanya ditulis dengan proses yang cukup serius: membaca referensi, mengumpulkan informasi, melakukan pengamatan, bahkan wawancara jika diperlukan.

Dalam penulisan argumentasi, opini penulis sering disebut sebagai klaim, sedangkan fakta dan data pendukung disebut bukti. Keduanya harus saling melengkapi. Klaim tanpa bukti akan dianggap lemah, sementara bukti tanpa klaim akan terasa “mengambang” dan tidak punya arah.

Baca juga:  Modals And Passive Voice | Bahasa Inggris Kelas IX

Contoh sederhana: jika kamu menulis tentang pencemaran lingkungan, kamu bisa memulai dengan pernyataan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan masih sering terjadi. Lalu kamu kuatkan dengan penjelasan dampaknya (saluran air tersumbat, banjir, penyakit, pencemaran), ditambah data atau contoh kasus yang bisa dipercaya. Dengan cara ini, pembaca tidak hanya menerima opini, tetapi juga melihat alasannya.

baca juga: bimbel sbmptn

Tujuan Teks Argumentasi

Teks argumentasi tidak dibuat sekadar untuk “menang” dalam perdebatan. Ada beberapa tujuan utama yang membuat jenis teks ini penting dipelajari.

Pertama, mengungkap pandangan penulis. Setiap orang punya cara berpikir dan sudut pandang berbeda. Teks argumentasi menjadi wadah untuk menyampaikan pendapat tersebut secara rapi dan terstruktur.

Kedua, memengaruhi pemikiran atau tingkah laku pembaca. Ketika opini disusun logis dan didukung data, pembaca bisa menarik kesimpulan, mengubah cara pandang, atau bahkan terdorong melakukan sesuatu. Misalnya, setelah membaca argumentasi tentang pentingnya memilah sampah, pembaca jadi lebih peduli pada kebiasaan harian.

Ketiga, menarik simpati dan perhatian pembaca. Argumentasi yang kuat biasanya lahir dari pengamatan dan pembuktian. Saat tulisan terasa “berisi” dan tidak asal berpendapat, pembaca cenderung lebih percaya dan tertarik.

Keempat, membuktikan kebenaran secara logis. Banyak isu di masyarakat simpang siur. Teks argumentasi membantu mengurai kebenaran dengan cara yang masuk akal, sehingga pembaca tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas.

Perbedaan Teks Argumentasi dengan Jenis Teks Lain

Supaya tidak tertukar, penting juga memahami posisi teks argumentasi dibandingkan teks lain.

  • Teks deskripsi bertujuan menggambarkan objek/peristiwa agar pembaca bisa membayangkan dengan detail.

  • Teks narasi fokus pada rangkaian peristiwa dalam bentuk cerita, fiksi atau nonfiksi.

  • Teks eksposisi menjelaskan informasi secara objektif tanpa memihak.

Sementara itu, teks argumentasi bersifat berpihak. Ia tidak hanya menjelaskan, tetapi juga ingin meyakinkan. Jika deskripsi mengajak pembaca “melihat,” narasi mengajak “merasakan,” eksposisi mengajak “memahami,” maka argumentasi mengajak pembaca untuk meyakini.

baca juga: les privat terbaik 

Ciri-Ciri Teks Argumentasi

Ada beberapa ciri khas yang membuat teks argumentasi mudah dikenali.

  1. Berisi opini yang didukung fakta
    Inti teks argumentasi adalah klaim (pendapat), tetapi pendapat tersebut wajib disertai bukti agar tidak dianggap asumsi belaka.

  2. Menggunakan bahasa denotatif dan tegas
    Bahasa yang dipakai cenderung lugas, apa adanya, tidak bertele-tele. Tujuannya agar pembaca menangkap maksud penulis dengan jelas.

  3. Disusun berdasarkan analisis rasional
    Teks argumentasi dibangun dari penalaran dan logika. Argumen harus runut dan saling terhubung, bukan loncat-loncat.

  4. Bersifat objektif dan menghindari emosi berlebihan
    Meski membahas isu sensitif, penulis tetap perlu menjaga nada tulisan. Menyerang pihak tertentu tanpa data hanya akan melemahkan argumentasi.

  5. Mampu menunjukkan kebenaran melalui bukti
    Semakin kuat bukti yang dipakai (data valid, pendapat ahli, penelitian), semakin besar peluang pembaca percaya.

Baca juga:  7 Sekolah Islam Terbaik di Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Pilihan

Struktur Teks Argumentasi

Agar argumentasi terasa kokoh, teks ini umumnya mengikuti struktur tertentu. Ada versi yang menyebut tiga bagian besar: pendahuluan—argumen—kesimpulan. Ada juga yang menjelaskan lebih rinci: tesis—argumen—penegasan ulang. Secara makna, keduanya sama.

1) Pendahuluan atau Tesis

Bagian ini berisi pengantar isu sekaligus posisi penulis. Kalimatnya harus tegas dan mengarahkan pembaca pada gagasan utama yang akan dibuktikan.

Contoh: “Penggunaan gawai di sekolah sebaiknya dibatasi untuk menjaga fokus belajar siswa.”

2) Badan Argumen (Alasan dan Bukti)

Ini inti tulisan. Penulis menyajikan alasan yang mendukung tesis, lengkap dengan data, fakta, contoh, atau pendapat ahli. Argumen disusun sistematis agar mudah diikuti pembaca.

3) Kesimpulan atau Penegasan Ulang

Bagian penutup merangkum poin-poin utama dan menegaskan kembali pendapat penulis. Penutup yang baik memberi kesan kuat dan meyakinkan.

baca juga: intensif utbk

Jenis-Jenis Teks Argumentasi

Teks argumentasi bisa disusun dengan beberapa pola pengembangan. Berikut jenis-jenis yang sering dipakai:

  1. Sebab-Akibat
    Menjelaskan sebab yang memunculkan suatu masalah, lalu memaparkan akibatnya. Biasanya menggunakan kata hubung seperti “karena itu,” “oleh sebab itu,” dan “demikian.”

  2. Akibat-Sebab
    Kebalikan sebab-akibat. Penulis memulai dari akibat terlebih dahulu, lalu menjelaskan penyebabnya.

  3. Persamaan
    Penulis menampilkan kesamaan prinsip atau situasi, lalu menarik kesimpulan dari kesamaan itu. Jenis ini perlu data kuat agar tidak dianggap mengada-ada.

  4. Perbandingan
    Argumen dibangun dengan membandingkan dua hal (misalnya kebijakan A vs kebijakan B) menggunakan fakta untuk menunjukkan mana yang lebih efektif.

  5. Autoritas
    Menggunakan pendapat tokoh atau ahli yang kredibel untuk memperkuat argumen. Jenis ini efektif, tetapi tetap perlu diimbangi bukti pendukung agar tidak “sekadar mengutip.”

  6. Kesaksian
    Argumen dikuatkan dengan kesaksian orang yang mengalami atau menyaksikan langsung suatu kejadian. Biasanya dipakai untuk isu sosial atau pengalaman lapangan.

Baca juga:  Menghitung Penjumlahan Pecahan

Langkah Menyusun Teks Argumentasi yang Baik

Menulis argumentasi sebenarnya bisa dibuat lebih mudah jika dilakukan bertahap:

  1. Pilih topik yang jelas dan spesifik
    Jangan terlalu luas. Misalnya, daripada “pendidikan,” pilih “pengaruh les privat terhadap prestasi siswa.”

  2. Tentukan posisi (setuju/tidak setuju) sejak awal
    Posisi ini akan jadi kompas yang mengarahkan argumen.

  3. Kumpulkan data dan bukti
    Bisa dari buku, artikel, penelitian, wawancara, survei, atau contoh kejadian yang relevan. Pilih sumber yang kredibel.

  4. Tentukan pola pengembangan paragraf
    Apakah sebab-akibat, perbandingan, autoritas, atau kombinasi yang sesuai.

  5. Susun kerangka
    Tulis tesis, poin-poin argumen, bukti pendukung, dan penutup.

  6. Kembangkan menjadi teks utuh dan runtut
    Pastikan tiap paragraf saling terhubung dan tidak keluar dari tesis.

  7. Cek ulang logika dan bahasa
    Pastikan argumen masuk akal, bahasa tidak bertele-tele, serta tidak ada klaim tanpa bukti.

Kalau kamu masih sering bingung membedakan tesis dan argumen, atau kesulitan menyusun bukti agar tulisanmu lebih meyakinkan, pendampingan belajar bisa jadi solusi paling praktis. Di TutorIndonesia, kamu bisa belajar menyusun teks argumentasi secara bertahap—mulai dari memahami konsep, membuat kerangka, sampai latihan menulis yang rapi dan enak dibaca. Untuk konsultasi program dan jadwal belajar, kamu bisa hubungi Telepon (021) 77844897 atau chat WhatsApp 087896080154. Kamu juga bisa cek informasi lengkap di www.tutorindonesia.co.id.

Referensi:

  1. www.cakrawala.ac.id
  2. www.detik.com
  3. smp-iiss.sch.id
  4. www.medcom.id

tutor privat, guru privat matematika, biaya les privat jakarta, biaya les privat mengaji, biaya les privat per hari, les privat matematika, biaya les sd per bulan, les privat ekonomi, les intensif utbk, les privat bogor, les privat kimia, les privat bekasi, harga guru privat ke rumah, les privat biologi, jasa les privat, les privat fisika, les privat depok, jasa les privat terdekat, les privat jakarta, les privat sbmptn, les privat tangerang, les privat smp, les privat sma, les privat bahasa inggris, biaya les rumahan, les privat sd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *